>AJI Yogyakarta dan Pecojon menggelar Training Jurnalisme Damai Bagian 2

>

Pada tanggal 2 hingga 5 Desember 2008, AJI Yogyakarta bekerja sama dengan Pecojon (Peace and Conflict Journalism Network) kembali menggelar training jurnalisme sensitif damai bagian 2. Selain diikuti jurnalis dari Indonesia, hadir dalam training itu empat jurnalis dari Pilipina.
Dalam training itu, selain mendapatkan materi pelatihan dari Antonio Koop, para jurnalis dari Indonesia dan Pilipina saling bertukar pengalaman dalam meliput persoalan konflik. Dari Pilipina, kita banyak mendapat cerita bagaimana jurnalis di sana dalam meliput konflik di Pulau Mindano. Di sana ada kelompok MNLF yang mencoba ingin membuat negara sendiri.
Lyn Rillon, seorang fotografer dari Pilipina mengatakan pelatihan ini sangat penting. Interaksi kami dalam beberapa hari sangat membekas dalam dirinya. “Jika ada banyak jurnalis Pilipina yang datang ke Indonesia maka saya yakin pandangan mereka tentang Islam pasti akan banyak berunbah,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, para peserta juga mendapat sedikit pelatihan tentang safety journalism yaitu bagaimana meliput konflik dengan selamat. Mentornya adalah Red Batario dari INSI Asia Tenggara. Red memberikan beberapa tips agar jurnalis dapat membuat liputan konflik dengan selamat, artinya bagaimana kita para jurnalis tidak menjadi korban kekerasan dalam meliput isu konflik itu. (Bambang Muryanto)
This entry was posted in Kegiatan AJI Yogyakarta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s