>Wayang Thinglung ala Mardi Kenci

>Namanya Mardi Kenci. Ia seorang dalang wayang kulit. Tetapi, pertunjukan wayang kulit yang dibawakannya nyleneh, namanya wayang thinglung. Saat pentas, ia tidak membutuhkan iringan musik gamelan. Musiknya muncul dari mulutnya sendiri.

Saat memainkan wayangnya, Mardi sering berinteraksi dengan penonton. Joke-joke spontan yang ‘beterbangan’ dari mulutnya sering mendapat respon langsung dari penonton. Alhasil para penonton dibuatnya tertawa terpingkal-pingkal.
Menurut Mardi, tidak butuh uang banyak untuk menanggap dirinya. Cukup Rp 300 ribu saja, plus rokok dan tentu saja minuman. Untuk minuman, ini adalah ‘sesaji’ yang wajib ada. Sebab ia akan boros minum karena mulutnya tidak berhenti ‘bekerja’ sepanjang pertunjukan, mengucapkan dialog dan mengeluarkan bebunyian untuk iringan musik.
Inilah salah satu kekayaan khasanah budaya di Yogyakarta. Jika ada kesempatan nikmatilah, aksi Mardi Kenci, ditanggung akan terhibur. Syaratnya satu, mengerti bahasa Jawa. (Foto dan Teks: Bambang Muryanto).
This entry was posted in Budaya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s