>Saat-saat Terakhir Umbulharjo yang Hijau

>Tanggal 26 Oktober 2010, pagi hari, Gunung Merapi masih tampak tenang meskipun suara gemuruh sempat terdengar beberapa kali. Status sudah awas, namun seperti yang saya lihat pagi itu, penduduk masih naik ke lereng gunung yang hijau itu untuk mencari rumput. Hijau pepeohonan di kaki Gunung Merapi bak karpet indah dari Persia.

Suasana di Lava Tour, Umbulharjo pun masih biasa saja. Tidak ada pengamanan yang ketat. Banyak jurnalis yang masih liputan di wilayah yang berdekatan dengan rumah Mbah Maridjan, sang juru kunci Merapi. Seorang pemilik warung juga sedang mengemasi barang-barang dagangannya untuk dibawa pulang.
Namun sore hari menjelang Maghrib, situasi berubah! Gunung Merapi mulai erupsi! Suara dentuman terdengar, material vulkanik keluar disertai dengan wedhus gembel, awan panas yang begitu menakutkan.
Wilayah Umbulharjo yang semula hijau terbakar habis. Kini, semua pepohonan tumbang dan pasir menutupi segalanya. Semuanya pucat pasi.
Material vulkanik dan awan panas juga menerjang rumah Mbah Maridjan dan perkampungan penduduk di sekitarnya. Mbah Maridjan dan sejumlah penduduk meninggal akibat awan panas ini. Bencana Gunung Merapi pun mulai…. (foto dan teks: Bambang Muryanto)
This entry was posted in Bencana. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s